Pada umumnya, plugin–dalam dunia komputer dan internet–adalah sebuah aplikasi atau fitur tambahan yang diintegrasikan dengan aplikasi utama, baik itu berupa hardware maupun software. Plugin biasanya dibuat oleh pihak ketiga (buka penyedia aplikasi utama), atau sering juga dibuat oleh komunitas pengguna sebuah aplikasi tertentu. Ini artinya plugin bisa ditemukan pada bidang apa saja, seperti pada gadget, kelistrikan, hingga pada aplikasi komputer. Namun, tulisan ini akan mengkhususkannya pada plugin yang disediakan untuk aplikasi web browser Mozilla Firefox.
Plugin Mozilla Firefox
Aplikasi Firefox yang memiliki jutaan pengguna tentu saja memiliki banyak plugin yang dapat memudahkan penggunaannya. Berbeda dengan add-on yang disediakaan oleh komunitas Mozilla.org, plugin pada Firefox disediakan oleh third-party alias pihak ketiga, sehingga Mozilla tidak memiliki akses penuh terhadap plugin itu sendiri, seperti proses upgrading dan updating, perbaikan, support, dsb. Itu artinya, untuk hal-hal yang tadi disebutkan kita harus mencari langsung di situs penyedia plugin tersebut.
Secara fungsi dan kegunaan, plugin hampir mirip dengan add-on (aplikasi pendukung Firefox dari Mozilla.org). Perbedaan utamanya ya itu tadi, terletak pada pembuat dan penyedia layanan tersebut. Pada halaman support Mozilla Firefox, disebutkan beberapa poin tentang pengertian plugin:
- Plugins power videos, animation and games.
- They’re built outside of Firefox by companies like Adobe Systems and Apple.
- Plugins don’t always update automatically.
Mengatur Plugin pada Mozilla Firefox
Seperti disebutkan di atas, maka kita harus mengecek sendiri update dan hal-hal lainnya mengenai plugin-plugin yang kita instal pada Firefox. Terdapat beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengecek dan mengatur plugin pada Firefox, yaitu seperti yang akan disebutkan di bawah ini.
Mengetahui dan mengecek plugin yang terpasang pada aplikasi Firefox
Untuk memeriksa dan mengetahui plugin-plugin apa saja yang berjalan bersama dengan aplikasi Browser Firefox kita, langkah-langkahnya adalah:
1. Pilih Tools pada menu bar browser Firefox.
2. Pilih Add-0ns.
3. Setelah menu Add-ons terbuka, langsung menuju pada tab Plugins.
Pada tab tersebut, akan tampil seluruh plugin yang terinstal pada browser kita.
Menonaktifkan dan mengupdate plugin
Untuk pengaturan-pengaturan lainnya, seperti menonaktifkan serta melakukan update pada plugin Firefox, harus dilakukan secara manual. Khususnya untuk proses update, karena Mozilla belum menyediakan support untuk mengecek dan melakukan update otomatis pada plugin. Ini sangat berbeda dengan proses update browser Firefox serta add-ons yang disediakan, yang semuanya bisa dilakukan secara otomatis.
Langkah-langkahnya adalah sebegai berikut:
1. Buka tab Plugins (caranya seperti di atas)
2. Klik pada salah satu plugin pada daftar.
3. Untuk menonaktifkan plugin tersebut, klik tombol Disable pada bagian paling kanan.
4. Untuk mengecek update dan lainnya, klik pada link More yang terdapat dibawah setiap plugin. Kita akan dibawa pada keterangan mengenai penyedia plugin tersebut. Dari situlah nanti kita akan mengetahui siapa pihak pembuatnya, dan untuk mengecek versi terbaru (update) plugin tersebut, lakukan secara manual dengan mengunjungi situsnya.
Mengapa plugin harus diupdate? Tentu saja banyak alasan yang mengharuskan kita mengecek dan melakukan update plugin. Di antaranya adalah:
- plugin yang out of date dapat mengganggu proses browsing, bahkan dapat memperlambat browsing.
- plugin lama bisa meningkatkan resiko serangan seperti malware, virus, dan gangguan keamanan lainnya, karena kita belum menggunakan versi terupdate yang telah dikembangkan oleh penyedia plugin yang lebih ampuh dan aman dalam menghadapi serangan-serangan di internet.
- plugin yang up to date tentu saja memiliki kinerja yang lebih hebat, mengikuti perkembangan dan kebutuhan penggunanya.
Sebagai catatan, tidak perlu menggunakan terlalu banyak plugin. Cukup gunakan yang memang sesuai kebutuhan, sehingga tidak memberatkan aplikasi Firefox itu sendiri. Periksa dulu fungsi dari masing-masing plugin melalui situs penyedianya sebelum menonaktifkan salah satu plugin. Sebagai gambaran, jika sobat menonaktifkan plugin, misalnya Flash, maka sobat tidak dapat menonton video YouTube secara online, ataupun memainkan game-game atau menjalankan animasi yang membutuhkan aplikasi flash dalam operasinya. Oleh karena itu, kenali dulu fungsi dan dukungan yang diberikan oleh masing-masing plugin, sehingga betul-betul dapat membantu dan mempermudah kita ketika browsing menggunakan browser Mozilla Firefox.
Cukup sampai di sini pembahasan kita mengeani plugin browser Firefox. Jika ada yang kurang atau ada tambahan mengenai topik di atas, berilah komentar agar bisa didiskusikan bersama. Semoga bisa bermanfaat.









saya paling suka FF krn banyak add ons-nya